kartun Pictures, Images and Photos
Karoke Pictures, Images and Photos

Rabu, 03 Maret 2010

Kita kadang tidak sadar, bahwa disekitar kita ada yang berbahaya. Bersama ini saya ingin menginformasikan teman-teman apa saja yang berbahaya.


Bekas Botol Minuman Mineral atau penambah daya tahan tubuh, jus yang berbahan dasar Plastik

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik(Aqua,VIT,Oxi, dll) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ii tidak baik, karena bahan plastik botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol-botol ini mengandung zat-zat karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dam harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber ulang-ulang, jangan memakai botol plastik.

Penggemar Sate

Kalau anda makan sate, jangan lupa makan ketimun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran. Arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu mentimun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate yang dibakar mempunyai zat karsinogen sebagai penyebab kanker tetapi ketimun ternyata punya anti karsinogen. Jadi jangan lupa makan ketimun setelah makan sate.

Udang dan Vitamin C

Jangan makan udang setelah anda makan atau minum vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari udang dan vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

Mie Instan

Untuk para penggemar mie instan, pastikan anda punya selang waktu paling tidak 3 (hari) setelah anda mengkonsumsi mie instan, jika anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mie instan. Itu sebabnya mengapa mie instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mie instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam kandungan mie instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.

Bahaya dibalik Kemasan Makanan
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan hanya sekedar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai pelindung makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang anda cermat menilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi dan informaasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.

Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

Kertas

Beberapa kertas kemasan dan non kemasan (kertas koran adn majalah) yang sering digunakan untuk mebungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Didalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau organ kita. Pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng, dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dn berlemak mempermudah berpindahnya timbal ke makanan tersebut. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut dia atas piring secepatnya setelah membeli makanan.

Styrofoam
bahan pengemas styrofom atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang terbuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mapu mencegah kebocoran dan tetap mempertahnkan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringgan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan pemerintah jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu ssuatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

1 komentar:

renobudiman mengatakan...

ehm boleh juga infonya sering baca majalah ya