Selama kurun usia subur, setiap wanita umumnya mengalami mentruasi pada setiap bulannya. Saat mentruasi datang bukan hanya keluhan penyerta seperti nyeri perut, mules, pegal,dan emosi, tetapi juga kehilangan darah. Setiap kali tamu bulanan itu datang, mengalami banyak kehilangan darah. Inilah yang seringkali menjadi masalah.
Meski keluarnya darah saat mentruasi itu sifanya alami, namun pada kenyataannya menyebabkan banyak wanita usia subur mengalami kekurangan darah, anemia.
Secara klinis gekala anemia dapat beragam, antara lain ditandai dengan keluhan lesu, letih, lemah, kurang bersemangat dan pucat. Kondisi tubuh yang demikian tentu akan sangat menggangu, terutama bagi wanita yang selalu mebutuhkan penampilan dan stamina prima.
Anemia banyak jenisnya. Pada wanita usia subur, yang sering terjadi ialah anemia kekurangan zat besi. Hal ini akibat banyaknya zat besi yang hilang bersamaan dengan banyaknya darah yang keluar selama mentruasi berlangsung setiap bulannya.
Perhatikan Dampaknya
Anemia kekurangan zat besi pada wanita usia subur secara umum dapat menimbulkan keluhan yang cukup menggangu, terutama pada daya tahan tubuh, kesehatan, dan kebugaran. Wanita yang menderita anemia kekurangan zat besi sering mudah mengalami kelelahan, semangat kerja menurun, dan tingkat produktivitas kerja juga merosot.
Gangguan ini ditandai dengan keluhan mudah lelah, sering kesemutan, mata berkunang - kunang dan kelihatan pucat. Bagi wanita yang menuntut penampilan prima, gangguan itu maslah yang tidak sederhana. karenanya anemia kekurangan zat besi perlu dicegah. bila sudah terlanjur terjadi perlu segera diatasi.
6 Cara Mengatasi Anemia
- Konsumsilah nutrisi yang lengkap dan seimbang untuk menjamin terpenuhinya zat-zat gizi. perhatikan khusus perlu diberikan bagi terpenuhinya kebutuhan zat besi. Zat besi banyak terdapat di dalam makanan seperti daging, telur, ikan, dan hati.
- Zat besi juga terdapat di dalam sayuran hijau, seperti daun singkong, bayam, sawi hijau, kangkung, daun kacang panjang, daun bawang, dan daun melinjo. Kacang - kacangan dan hasil olahannya juga memiliki kandungan zat besi seperti kacang ijo, kacang merah, kacang tolo, kacang kedele, tahu dan tempe.
- Hindari minum teh, kopi, dan cokelat berdekatan dengan waktu makan. Minuman itu mengandung zat pitat dan tanin yang menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.
- Anemia bisa juga disebabkan cacing tambang. Penularan cacing terjadi apabila seseorang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi telur cacing atau dari tangannya yang kotor. untuk itu jaga kebersihan. Cuci tangan dengan sabun sebelum makan.
- Sering pula anemia pada usia subur akibat adaya infeksi, misalnya infeksi saluran pencernaan. Karena itu bila terdapat infeksi segera berobat ke dokter agar diatasi secara tuntas.
- Bila tidak dapat menjamin pemasukan zat besi melalui makanan yang diberikan sehari - hari, maka dapat dipertimbangkan pemenuhan zat besi dari luar.
- Berbagai macam sayuran baik untuk penderita anemia.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar